GOOD AND GREAT PARENT (Orangtua yang baik dan Hebat)

keluarga-bahagia

 

Yang paling Hebat

 

Jika ditanya siapa orang yang paling pandai di dunia, pasti banyak orang menyebutkan Albert Einstein, atau mungkin Thomas Alva Edison atau mungkin para pembaca ada menyebut yang lain? Menurut sejarah, sebenarnya orang yang paling pandai yang tercatat di jaman modern ini adalah William James Sidi! Pasti pembaca tidak mengenal tokoh ini. Tokoh yang hebat yang pernah ada tetapi tidak pernah terdengar dan terkenal pada masa kini. Di usianya yang ke-8 bulan ia sudah bisa makan dengan menggunakan sendok sendiri, di usia 2 tahun, sudah membaca surat kabar New York Times, usia 5 tahun sudah menulis risalah anatomi, umur 8 tahun sudah menguasai 8 bahasa dan menciptakan tabel logaritma yang baru, umur 9 tahun oleh ayahnya didaftarkan ke Harvard University namun baru bisa masuk pada usianya ke-11 karena pihak universitas belum dapat menerima anak-anak.  Menjadi dosen dan kuliah mengambil gelar doktor di usia 17 tahun. Saat itu ia sudah bisa menguasai 200 bahasa dan diperkirakan IQ William mencapai 250-300! Tetapi sayang ia meninggal di usia yang relatif muda. Meninggal di usia 46 tahun dalam kemiskinan, menjadi pemulung besi tua. Hidupnya menyendiri, sulit berkomunikasi dan sakit-sakitan. William meninggal karena pecahnya pembuluh di otaknya. Ia hanya menjadi korban ambisi Boris, ayahnya. Ayahnya ingin menciptakan cara belajar efektif dan mendidik yang baik. William adalah produk ayahnya, namun berakhir dalam kegagalan. Apakah ayahnya tidak memberikan yang terbaik? Apakah orangtuanya tidak memperhataikan anaknya? Tidak! Mereka sangat sayang kepada anaknya dan memperhatikanya. Di mana yang kurang? Apa yang hilang? Marilah kita bersama-sama belajar sebagai orang tua yang hebat, bukan sekedar baik.

 

Yang Baik dan Hebat

 

Orang tua yang baik : MENYEHATKAN JASMANI DAN JIWA

Orangtua yang memperhatikan gizi dan nutrisi untuk anak-anaknya. Anak-anak diperhatikan kesehatan tubuhnya, dan berusaha melindungi mereka dari penyakit dan lingkungan yang kotor. Orangtua yang memeberikan kesempatan anak-anak mereka untuk berlatih dan belajar. Bahkan tidak jarang orangtua harus mengeluarkan dana besar untuk menempatkan anak-anak mereka di sekolah yang terbaik dan tempat latihan (seni, olahraga, ketrampilan) yang hebat.

 

Orangtua yang hebat : MEMPERKAYA KARAKTER KEPRIBADIAN

Orangtua yang juga berfokus pada karakter dan perkembangan emosi anak, artinya bagaimana anak menghadapi lingkungan sosial dan berinteraksi dengan dunia di luar sana. Bagaimana bercakap, bersikap,

dan berperilaku. Orangtua menyadari adanya perbedaan di setiap anak dalam hal karakter kepribadiannya sehingga dalam pengasuhan ada perbedaan juga. Tidak dapat disamakan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.

 

 

Orang tua yang baik : MEMPERBAIKI KESALAHAN

Di mana orangtua setiap hari berusaha terus memperbaiki kesalahan anak-anak mereka, dengan kata lain fokus pada kesalahan anak. Seringkali juga digunakan pendisplinan dengan cara-cara konvensional yang kaku. Biasanya dikenal dengan istilah “pokokisme”.

 

Orang tua yang hebat: MENGAJARKAN CARA BERPIKIR

Dalam setiap hasil dari sebuah tindakan, berusaha untuk berdialog dan berdiskusi dengan anak-anak melalui berbagai pertanyaan. Pertanyaan dan jawaban-jawaban inilah yang akan membantu anak untuk belajar berpikir dan memahami secara dalam dan tajam. Sekaligus mengajarkan anak untuk berintrospeksi sejak dini.

 

 

Orang tua yang baik : MENYIAPKAN BANYAK PUJIAN

Pujian yang tidak tepat waktunya dan fokus pada anak (bukan pada perilaku) akan membuka peluang besar timbulnya tinggi hati atau kesombongan pada anak. Bukan berarti pujian tidak diperlukan, namun lebih pada waktu dan alasan yang tepat. Pujian tidak fokus pada diri anak, namun pada hasil atau perbuatannya.

 

Orang tua yang hebat: MENYIAPKAN HADAPI KEGAGALAN

Topik ini sudah dibahasa mendalam pada artikelnya sebelumnya. Menjadi orangtua yang siap mendampingi anak saat mengalami kegagalan, dan memberikan “tempat” aman saat mereka mengalaminya. Bukan hanya siap menghadapi tetapi juga mengajarkan bagaimana bangkit dari kegagalan tersebut.

 

Orang tua yang baik : BERBICARA PADA ANAK

Orangtua yang berbicara dalam ekspresi atau gaya seperti orangtua kepada anaknya. Setiap hari gaya tersebut tidak berubah.

 

Orang tua yang hebat: BERBICARA DALAM PERAN

Mampu berbicara kepada anak sesuai dengan peran. Sebagai guru di waktu anak-anak sedang duduk, sebagai pelatih saat di pagi hari, waktu anak-anak bangun pagi, sebagai konselor di waktu menjelang tidur, dan sebagai sahabat saat dalam perjalanan. Prinsip ini adalah prinsip yang terdapat dalam kitab Ulangan 6:7.

 

 

Orang tua yang baik : MEMBERIKAN INFORMASI

Dalam kekakuan sebuah hubungan. Seperti sebagai formalitas dalam batas bahasa dan budaya. Hubungan yang dingin dan tampak kaku. Ada batas antara orangtua dan anak, seperti atasan dan bawahan. Seperti bos dan karyawannya.

 

Orang tua yang hebat: MENCERITAKAN KISAH

Lebih menekankan pada hubungan antara orangtua dan anak yang harmonis dan luwes. Penelitian yang terakhirnya mengatakan bahwa dengan kisah atau cerita masa lalu orangtua yang disampaikan kepada anak ternyata membuat hubungan antara orangtua dan anak menjadi lebih erat, emosi dan kepribadian anak juga menjadi semakin kuat dan matang. Ceritakan kisah Alkitab secara rutin yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

 

Orang tua yang baik : MEMBERIKAN KESEMPATAN

Mendorong anak untuk mengambil keputusan dari kesempatan-kesempatan yang ada di depan mereka. Orangtua juga menciptakan kesempatan sebagai bentuk kepercayaan kepada anak-anak mereka. Berani mengambi resiko dalam setiap pilihan dari kesempatan-kesempatan tersebut.

 

Orang tua yang hebat: TIDAK MENYERAH

Ini yang diperlukan untuk setiap orangtua. Tidak mudah menyerah. Terus bersemangat dan tetap memiliki harapan pada anak-anak mereka karena Tuhan yang memiliki mereka. Anak-anak adalah milik pusaka Allah.

 

 

Orang tua yang baik : MEMBERIKAN HADIAH

Memberikan hadiah mungkin dengan maksud yang baik dan biasanya berangkat dari keinginan si-anak. Tetapi kadang hadiah yang tidak pada tempatnya dan tidak tepat waktu bisa menjadi boomerang atau bom waktu. Setiap keinginan yang diberikan kepada anak tidak mengajarkan pada anak tentang usaha dan menghargai pemberian.

 

Orang tua yang hebat: MEMBERIKAN DIRINYA

Bukan hanya sekedar hadiah, namun lebih hebat jika orangtua memberikan dirinya untuk mendidik anak-anak mereka. Seperti yang dilakukan Yesus kepada kita, memberikan nyawanya dan mau berkorban. Orangtua yang hebat, adalah orangtua yang berkorban. Korban tenaga, pikiran, waktu, dana, bahkan perasaan.

 

 

Jika demikian, sebagai orangtua sebenarnya bukan hanya cukup sebagai orangtua yang baik saja, namun kita berusaha untuk menjadi orangtua yang hebat. Apalagi bersama dengan Yesus, maka hal-hal yang biasa saja itu tidak cukup namun ada hal-hal yang luar biasa dapat kita lakukan. Sebagai orangtua, ada yang luar biasa yang akan kita lakukan untuk anak-anak kita.

 

Sampai jumpa lagi, orang tua hebat!

No Comments

Enroll Your Words

To Top