MENDATANGKAN KERAJAAN ALLAH DALAM RUMAH KELUARGA

Bagaimana dalam keluarga kita ada kebahagiaan dan masuk dalam rencana Tuhan yang sempurna? Yaitu dengan mendatangkan Kerajaan Allah di dalam keluarga kita.

 

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,

 maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

(Matius 6:33)

 

1043553-orangtua-berantem-pasangan-dan-anak-pTuhan akan menambahkan dengan kelimpahan menurut kekayaanNya pada keluarga kita. Carilah Kerajaan Allah agar ada di dalam keluarga kita. Pertanyaannya, bagaimana mendatangkan Kerajaan Allah dalam keluarga kita?

 

  1. Mengusir SETAN

 

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah,

maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

(Matius 12:28)

 

Bukan mengusir anggota keluarga kita tetapi setan atau iblis yang ada dalam pasangan atau anak-anak kita. Perilaku yang buruk dapat terjadi bukan hanya keinginan daging namun juga roh yang dikuasai roh jahat.

Diperlukan proses yang cukup lama karena pasangan dan anak-anak kita ada pribadi-pribadi yang adalah manusia yang dekat dengan kita. Perlu pendekatan dan keterbukaan untuk melakukan pemulihan dalam kasus ini.

 

  1. Kerendahan Hati

 

“Sekali lagi Aku berkata kepadamu,

lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum

dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

(Matius 19:24)

 

Dari ayat di atas sebenarnya menceritakan bagaimana Kerajaan Allah yang bisa datang kepada mereka yang rendah hati. Karena pintu lubang jarum di Israel hanya dapat dilewati oleh unta yang merunduk untuk dapat melewatinya.

 

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

(Matius 5:3)

 

 

Kerendahan hati, dalam keluarga bentuk yang nyata adalah: Saling mengampuni! Diperlukan kerendahan hati  untuk memberi pengampunan dan meminta ampun.

 

 

 

  1. Seperti anak-anak

 

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:

 “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,

 sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

(Markus 10:14)

 

Kerajaan Allah akan datang kalau kita dapat seperti anak-anak. Anak-anak yang memiliki:

  • Integritas
  • Sukacita
  • Tidak suka menyimpan kepahitan

 

  1. Mendatangkan Damai Sejahtera, Kebenaran, dan Sukacita

 

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,

 tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

(Roma 14:17)

 

Membawa damai sejahtera, tidak mendatangkan pertengkaran dan pertikaian.

Hidup dalam kebenaran dengan standart-standart Firman Tuhan. Hidup takut dengan Tuhan. Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Allah (I Korintus 6:9-11, Galatia 5:21, Efesus 5:5). Membawa sukacita, bukan duka cita.

 

  1. Tidak hidup pada masa lampau

 

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak

tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

(Lukas 9:62)

 

Hidup bukan pada masa lalu, namun lebih mengarah pada masa depan dan fokus pada janji-janji Allah bagi keluarga. Mengarah pada panggilan kudus hingga serupa dan segambar dengan Kristus. (Roma 8:29)

 

Jangan mengungkit masa lalu yang menyudutkan pasangan atau anak-anak kita. Masa lalu yang membangun untuk masa depan berbeda dengan masa lalu yang hanya untuk menjatuhkan dan menghancurkan antar pribadi.

 

  1. Keluarga yang lahir baru

 

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

(Yohanes 3:5)

 

Keluarga yang bertobat dan lahir baru. Datang pada Yesus, percaya dan dibaptis dengan air dan Roh. Keluarga yang hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

 

  1. Bertekun dalam iman – hadapi tantangan

 

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

(Kisah 14:22)

 

Bertahan dalam tantangan dengan iman yang teguh dan bersandar penuh pada Tuhan. Ketekunan sebagai bukti kesetiaan dan ujian yang Tuhan ijinkan dalan kehidupan setiap keluarga.

 

  1. Demonstrasi kuasa Allah dalam keluarga

 

Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.

(I Korintus 4:20)

rumah-tangga-yang-diberkati

Mempraktekkan kuasa Allah baik secara perkataan maupun perbuatan dalam keluarga maupun di lingkungan.

No Comments

Enroll Your Words

To Top