PENGAMPUNAN

 

 

suami-istri-bertengkar-ilustrasi-_130202172813-350Mahalnya sebuah pengampunan.Keluarga kami pernah mengalami keguncangan saat ayah saya melakukan tindakan yang terbongkar oleh ibu saya, perselingkuhan! Saat itu saya masih berusia 10 tahun. Saya mendengarkan pertengkaran yang besar di dalam kamar mereka. Ibu saya menangis, ayah saya merengek meminta maaf atas perbuatannya. Ayah saya seorang atheis. Ia tidak mau percaya kepada Tuhan, bahkan sering menjelek-jelekan pedeta dan gereja sebelumnya peristiwa itu terjadi. Dalam keadaan genting seperti itu, entah siapa yang mengundang gembala gereja ibu saya untuk datang mendamaikan suasana itu. “Pokoknya aku tidak akan pernah mengampuni perbuatan suamiku!” teriak ibu saya dari dalam kamar. “Ibu, Tuhan Yesus saja mengampuni orang yang telah berbuat jahat padaNya,” timpal pak Pendeta. “Aku bukan Tuhan Yesus, aku manusia biasa. Aku tidak bisa mengampuni pengkhianatan suamiku” jawab kembali ibuku. Perceraian di ambang pintu!

 

Sulit bagi seorang istri maupun suami mengampuni pasangannya. Tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi jika mengayangkut pengkhiantan. Tidak heran jika perceraian di Indonesia termasuk tertinggi. Dapat dibayangkan, setiap 2 juta pernikahan tiap tahun, ada 200.000 perceraian. Jika dihitung lebih detail maka ada perceraian 959 perceraian setiap hari atau 40 perceraian setiap jam di Indonesia. Ketidakharmonisan keluarga menjadi masalah utama alasan mengapa mereka bercerai. Sebanyak 70% istrilah yang mengajukan gugat cerai. Tiada lagi ampunan. Dalam kekerasan rumah tanggal, pasangan tak bisa lagi saling mengampuni. Ketidakmampuan ekonomi sampai seksual, tak ada lagi saling pengampunan. Belum lagi urusan anak. Anak diusir dari rumah karena perbuatan yagn mencoreng nama keluarga. Seandainya ada pengampunan… seandainya..

 

Puji Tuhan! Ibu saya mengampuni ayah saya, sehingga ayah saya bisa menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Saat ada pengampunan, ada mujizat. Saat ada pengampunan ada pemulihan. Saya percaya apa yang diajarkan Yesus tentang mengampuni, adalah kekuatan yang luar biasa. Pengampunan, berarti melepasakan tuntutan. Melepaskan hak. Dengan melepaskan pengampunan pada pasangan kita, karena kesalahan atau kekurangannya, sebenarnya kita sedang melepaskan tuntutan. Belajar untuk menerima dan tetap mengasihi. Pernahkah kita pikirkan saat dendam, kebencian, kemarahan itu kita pendam untuk pasangan atau anak-anak kita? Apa dampaknya? Pasti berdampak negatif, baik untuk diri sendiri maupun pihak yang kita benci. Penelitian menunjukkan bahwa, seseorang yang menyimpan dendam dan kebencian akan meningkatkan tekanan darah yang akan memicu serangan jantung atau penyakit lainnya. Demikian diungkapkan oleh Carsten Wrosch, profesor psikologi dari Concordia University, Montreal.

 

Bagaimana supaya kita bisa mengampuni?

 

  1. HUKUM TIMBAL BALIK

Seseorang yang yang telah diampuni, pasti bisa mengampuni. Demikian hukumnya. Kita mendapatkan anugerah dari Kristus dengan diberi pengampunan dari dosa-dosa kita, masakan kita tidak bisa memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita? Demikian pula, jika kita tidak mengampuni pasangan dan anak-anak kita maka kita juga tidak diampuni oleh Tuhan. Ayat mengenai hal ini sampai diulang 2 kali dalam kitab Matius. Dalam Matius 6:15 dan diulang oleh Yesus pada Matius 18:35. Artinya ini penting dan perlu mendapatkan perhatian.

 

  1. KERENDAHAN HATI

Karena tidak lagi menuntut, maka kerendahan hati adalah hal yang harus kita miliki. Melepaskan ego dan menghancurkan pembenaran diri. Dunia mengatakan, bahwa kerendahan hati akan merugikan kita karena orang lain bisa menginjak kita. Apa kata dunia, beda dengan apa kata Tuhan.

suami-istri-harus-hindari-3-kata-ini-saat-bertengkar

Lukas 14:11

“Sebab barangsiapa meninggikan diri,

ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri,

ia akan ditinggikan.”

 

 

  1. MELIHAT YESUS

Dengan melihat Yesus, maka selalu ada kasih dan harapan. Yesus selalu mengampuni kita. Dia melupakan dosa-dosa kita, dan IA memberikan perintah untuk mengampuni sebanyak 70 kali 7 kali (Matius 18:22). Yang artinya, begitu banyak dan berkali-kali kita harus mengampuni orang lain. Termasuk pasangan dan anak-anak kita. Selalu ada harapan, ketika kita mengampuni pasangan atas anak-anak kita, maka hati kita akan lapang untuk mendoakan sehingga harapan akan mujizat terjadi tepat pada waktuNya. Mujizat terjadi. Pemulihan nyata.

 

 

Dampak mengampuni, juga dibuktikan dengan berbagai penelitian oleh para ahli. Akibat mengampuni diantaranya adalah:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Pada pengidap HIV/AIDS ditemukan, bahwa saat pasien melepaskan pengampunan, ternyata kekebalan dalam tubuhnya menjadi meningkat. (Amy Owen, Duke University Medical Centre)

  • Penurunan Stress dan meredam kemarahan

Dengan memberikan pengampunan kepada orang lain, maka tingkat stress seseorang akan menurun dan kemarahan bisa teredam. ( Karen Swartz, MD – Direktur Klinik Konsultasi Gangguan Perasaan Orang Dewasa – RS John Hopkins)

  • Umur lebih panjang

Dengan memberikan maaf, seseorang akan memiliki umur yang lebih panjang daripada mereka yang menyimpan luka. Lebih lagi ketika mengampuni tanpa syarat. (Journal of Behavioral Medicine 2011)

 

Bagaimana, siapkan Anda mengampuni? Maukah mengampuni? Mengampuni bukanlah hal yang lagi mahal saat kita melihat akibat dari sebuah pengampunan.

 

Yesus mengampunimu…

 

 

Efesus 4:32

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,

penuh kasih mesra dan saling mengampuni,

sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

No Comments

Enroll Your Words

To Top