Pusat Hidup yang Benar (artikel ke-3 dari 3 seri)

Sementara membaca pasti ada hal-hal yang dipikirkan sebagai evaluasi diri. “Sebenarnya, apakah pusat hidup saya?” Jika Anda sedang memikirkan hal tersebut, Puji Tuhan artinya ada perenungan lebih dalam tentang kebenaran hidup yang berkenan di hadapanNYA. Pusat kehidupan manusia juga seringkali mempengaruhi cara pandang kita terhadap sekekeling kita. Memandang masalah, memandang orang lain, memandang hamba Tuhan, memandang gereja, dan sebagainya.

Bagaimana kita memiliki pusat hidup yang benar? Apa itu pusat hidup yang benar? Dalam Yohanes 15:5 dikatakan, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Apa yang ada di dalam diri kita? KRISTUS menjadi pusat kehidupan, Yesus Kristus yang adalah Firman (Yohanes 1:14). Hidup yang berpusat pada Kristus artinya hidup yang dikendalikan oleh kehendak Yesus melalui kebenaran FirmanNya. Hidup yang menjadikan Yesus adalah raja yang menguasai hidup kita. Seperti Paulus yang menuliskan dalam Galatia 2:20 “…..“…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku….”. Apa yang menggerakan hidup Paulus? Kristus!

Kita akan mengetahui apa pusat hidup kita dengan sebuah contoh nyata ketika dihadapkan pada 1 peristiwa, apa reaksi kita? Bagaimana sikap kita? Saat melihat seorang anak jalanan yang sedang meminta-minta di perempatan. Ini adalah kemungkinan reaksi dan sikap seseorang:

Orang 1
“Dasar orang miskin. Kalau mau kaya kerja! Bukan hanya minta-minta. Malas!”

Orang 2
“Cuek saja, nggak ada hubungannya dengan aku. Mengapa harus dipikirkan”

Orang 3
“Apa yang Tuhan mau kita bisa lakukan untuk mereka?”

 

Menurut Anda siapa yang memiliki hidup berpusat pada Kristus?

Hiduplah secara efektif dan lebih bermakna ketika menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan. Selamat menikmati hidup yang berpusat pada Kristus.

No Comments

Enroll Your Words

To Top