Pusat Kehidupan Manusia (artikel ke-2 dari 3 seri)

6. Kesenangan
Kesenangan berhubungan dengan kepuasan. Bagaimana kepuasan menjadi menjadi pusat kehidupan yang menyenangkan. Hobi bisa menjadi pusat kehidupan. Seseorang menghabiskan hartanya, meninggalkan keluarganya, hanya karena mengejar hobinya. Hobi koleksi barang antik, hobi mendaki gunung, dan hobi-hobi lain.
“Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar” – Pengkotbah 1:8

7. Teman
Teman menjadi pusat kehidupan. Suatu hari terjadi pertempuran antar 2 perguruan silat di sebuah kota. Hanya dengan alasan solidaritas dengan teman mereka membuat kekacauan seluruh kota. Penjarahan, kekerasan, dan kekacauan. Hanya karena teman. Teman menjadi segalanya. Demi teman, seorang suami bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya.

8. Musuh
Musuh menjadi pusat kehidupan. Karena kebencian dan dendam terhadap orang yang dianggal musuh dalam hidupnya ia melakukan apa saja untuk melawan dan menjatuhkannya. Hatinya dipenuhi dengan kebencian dan dendam. Persaingan dalam segala hal dengan tujuan untuk mengalahkan orang lain. Orang lain dianggap musuh dan kompetitor. Ketika Saul menganggap Daud adalah musuhnya, maka di akhir-ahir hidupnya, hatinya penuh dengan kebencian dan dendam untuk membunuh Daud. Pemerintahan dan cara berpikirnya menjadi tidak benar. Secara iman tergoncang.

“Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat;dan perkataan itu menyebalkan hatinya,..”

– I Samuel 18:8a

9. Gereja
Ketika gereja (baca : kegiatan, program, gedung, dan fasilitas) menjadi pusat kehidupannya, maka seseorang akan kehilangan esensi akan ibadah dan fokus hanya pada aktifitas dan pencitraan. Melayani Tuhan tetapi tidak mengerti tujuan dan esensi menjadi pengikut Kristus sejati.

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka,

tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya…”

– 2 Timotius 3:5a

10. Diri sendiri
Diri sendiri menjadi pusat kehidupan. Tidak ada yang dianggap benar kecuali dirinya. Pengetahuan dan hikmat ditambah dengan pengalaman menjadikan dirinya seperti berkuasa. Bentuk lain dari diri sendiri yang menjadi pusat adalah egosentris. Tidak peduli dengan orang lain, hanya mementingkan dirinya sendiri.

“Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri.”

– Roma 14:7
Selanjutnya

No Comments

Enroll Your Words

To Top